Tisa sungguh senang jika watunya raportan. Dia bisa melonja-lonjak tak entu arah sampai terjatuh dan terjelungup. Hahaha... ada-ada saja Tisa itu.
Ia mengingatan bunda, "bunda..!! besok jangan lupa ingatkan aku untuk ikut bunda ke my school ya! Don't forget it!"
"okelah kalau begitu. Hehe..." jawab bunda sambil terkikik.
"Bun, kira-kira, besok nilaiku bagus gak?"
"Gak tau juga Tis. Liat aja besok. Anak bunda pasti nilainya bagus. Kalau ndak bagus, berarti
Tisa kurang belajarnya. Dan harus ditingkatkan. Ok?"
"Okelah kalau begitu. Hahahaha..."
"Hahaha... ada-ada aja anak buna niey. Ya sudah, sekarang kamu tidur, supaya besok bisa bangun pagi dan bisa nyemil deh. Hehe..."
"ok deh.."
Tisa pun tertidur lelap dikamarnya. Tisa bermimpi indah lhow!
Keesokan harinya...
"Bunda!! Ayo berangkat!! ntar terlamba lho!!" teriak Tisa histeris seperti ibu kehilangan anaknya. Eh, nggak deng. Tisa kan belum nikah. Hahaha...
"Iya nak... sebentar. Masa bunda mau ke sekolahmu pakai baju tidur! kan malu..."
"cepetan gantinya bun!!"teriak Tisa lagi.
"Bun, kira-kira, besok nilaiku bagus gak?"
"Gak tau juga Tis. Liat aja besok. Anak bunda pasti nilainya bagus. Kalau ndak bagus, berarti
Tisa kurang belajarnya. Dan harus ditingkatkan. Ok?"
"Okelah kalau begitu. Hahahaha..."
"Hahaha... ada-ada aja anak buna niey. Ya sudah, sekarang kamu tidur, supaya besok bisa bangun pagi dan bisa nyemil deh. Hehe..."
"ok deh.."
Tisa pun tertidur lelap dikamarnya. Tisa bermimpi indah lhow!
Keesokan harinya...
"Bunda!! Ayo berangkat!! ntar terlamba lho!!" teriak Tisa histeris seperti ibu kehilangan anaknya. Eh, nggak deng. Tisa kan belum nikah. Hahaha...
"Iya nak... sebentar. Masa bunda mau ke sekolahmu pakai baju tidur! kan malu..."
"cepetan gantinya bun!!"teriak Tisa lagi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar